Sabtu, 21 Maret 2020

Ekstraksi jagung dan madu terhadap kecantikan wajah


Ekstraksi jagung dan madu  terhadap kecantikan wajah
            
Assalamualaikum temen temen terimakasih sudah mampir ke blog aku pertama aku! J,di blog kali ini aku ingin membahas cara mengurangi kusam pada kulit wajah dengan menggunakan masker madu dan jagung kenapa harus madu dan jagung? Yuk kita lihat betapa bermanfaatnya madu dan jagung untuk kulit wajah kitaa…            

Hampir semua wanita di dunia ini sangat menginginkan untuk tampil cantik dan memiliki kulit yang sehat. Sebagian dari mereka, ada yang berani melakukan apa saja untuk mengubah dirinya menjadi cantik seperti yang mereka harapkan. Misalnya, dengan menggunakan berbagai kosmetik, melakukan perawatan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki, bahkan operasi plastik sekalipun. Maka, tidak heran kalau produk kecantikan yang sering muncul di TV sangat laris di pasaran. Fakta membuktikan bahkan wanita memiliki kebutuhan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan lakilaki.
 Setiap wanita tentu mendambakan kecantikan dan keserasian dalam penampilannya, wajah yang dirawat dengan benar akan menjadi sehat, bersih, dan bercahaya hingga terlihat cantik berseri. Sebaliknya jika kurang dirawat dan dijaga, kesehatan kulit dapat terganggu dan menyebabkan wajah terlihat suram, kotor, dan tidak bercahaya, yang akhirnya dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kecantikan. Kulit normal memiliki ciri-ciri yakni tekstur wajah kenyal, kulit tidak tipis, kulit tidak kering tetapi sedikit berminyak (lembab), halus dan lembut. Kandungan air dan minyak seimbang. Kelembaban sangat terjaga, ukuran pori-pori sangat halus dan tidak besar, tanda-tanda penuaan berjalan sesuai dengan seiring berjalannya usia, serta pada siang hari wajah terlihat bersih dan segar (Adijaya, 2014)
Perawatan wajah harus dimulai sejak dini terutama bagi wanita yang telah menginjak usia 20-an. Dengan berjalannya usia, elastisitas kulit akan menurun ditambah lagi polusi udara semakin parah, sinar matahari lengkap dengan Ultravioletnya semakin menyengat, gaya hidup yang kurang sehat. Itulah sebabnya perlu dilakukan perawatan secara teratur dan menyeluruh untuk 2 merawat dan mempertahankan keindahan dan kesehatan merawat dan mempertahankan keindahan dan kesehatan kulit wajah. Selain itu, kulit juga mencerminkan kecantikan seorang wanita. Wanita yang benar-benar menjaga dan merawat kulitnya akan terlihat lebih cantik dibanding dengan wanita yang tidak melakukannya. Permasalahan yang seringkali di alami wanita diantaranya adalah kulit wajah yang kering.
Kulit wajah yang kering sering menjadi kendala karena terlihat tidak sehat, kusam, dan terkadang sampai bersisik. Perawatan kulit wajah kering yang biasa dilakukan yaitu perawatan kulit secara tradisional maupun modern. Perawatan kulit wajah kering secara modern yang pada umumnya sering dilakukan yaitu pemakaian krim dengan kadar kandungan bahan kimia yang tinggi, hasilnya dapat terlihat hanya dalam jangka waktu yang singkat, sedangkan perawatan secara tradisional yaitu perawatan wajah yang terbuat dari bahan-bahan alami, misalnya ekstrak dari buah-buahan atau sayuran, kuning telur, yoghurt, madu, minyak zaitun dan lain sebagainya yang dipercaya bermanfaat untuk merawat dan memberikan nutrisi pada kulit wajah yang kering. Semua perawatan kulit wajah memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dan fungsi kulit serta memperindah wujud luarnya, disesuaikan dengan jenis kulit yang bersangkutan. Manfaat penggunaan perawatan alami/herbal yang dapat diambil antara lain sebagai berikut : Pertama, fakta menunjukkan bahwa 87% bahan kimia yang digunakan di kulit akan terserap sampai ke aliran darah tubuh. Kedua, herbal sangat mudah didapat dan murah. Ketiga, bahannya berasal langsung dari alam maka cenderung tidak memiliki efek samping layaknya obat- obatan kimia. Kalaupun ada efek sampingnya, hal itu tidak terlalu berbahaya. Salah satu perawatan alami yaitu menggunakan masker jagung dan madu, khasiat dan kandungan yang terdapat dalam jagung belum diketahui kebanyakan masyarakat dan dipasaran belum ada yang menjual produk masker dari jagung tersebut. Jagung terdapat kandungan thiamin yang bermanfaat dapat mengeringkan luka/noda-noda, misalnya luka pada cacar air dan jerawat. Jagung juga memiliki kandungan prokaroten yang dapat memperbaiki struktur kulit. Selain itu, zat yang ada di dalam jagung juga membantu mengatasi munculnya jerawat tanpa membuat wajah jadi lebih berminyak atau kering, namun dapat dipakai untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah jagung muda. . Jagung memiliki kandungan lemak dan proterin sehingga menghasilkan asam amino yang dibutuhkan oleh kulit kering (Saragih, 2016).
Jagung yang digunakan dalam penelitian ini jenis jagung muda segar yang berwarna kuning. Selain kandungan jagung yang baik untuk kulit kita jagung juga bahan utama yang mudah untuk di dapatkan dan harganya relative murah. Dalam perawatan kulit wajah kering selain menggunakan bahan-bahan utama. Pada penelitian ini madu yang digunaka merupakan madu murni yang berasal dari Flores. Menggunakan madu sebagai bahan campuran masker diharapkan akan mendapatkan hasil akhir yang lebih baik dan untuk menutupi kekurangan dari masker jagung. Berdasarkan uraian di atas, bahanbahan tersebut dicampur menjadi eksperimen produk kosmetik untuk perawatan kulit wajah, maka perlu dilakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Masker Jagung dan Madu Terhadap Perawatan Kulit Wajah Kering”.


Referensi
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Astuti, M. (1999). “Perbandingan Hasil Kehalusan Kulit Kering Antara Yang Menggunakan Masker Penambahan Pisang Ambon Dengan Tepung Jagung Kuning Dan Masker Penambahan Pisang Ambon Dengan Tepung Jagung Putih”. Jurnal Univeristas Negeri Padang.
Eddi. (1999). Teknik membuat Kosmetik dan Tip kecantikan Kulit. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
 Eleazu, C.O., et al. (2013). “Determination Of The Physicochemical Composition Microbial Quality And Free Radical Scavenging Activities Of Some Commercially Sold Honey Samples In Aba Nigeria. The Effect Of Varying Colours”. International Journal of Biomedical Research 4(1): 32–41.
Hariyati, L.F. (2010). “Aktivitas Antibakteri Berbagai Jenis Madu Terhadap Mikroba Pembusuk (Pseudomonas Fluorescens Fncc 0071 Dan Pseudomonas Putida Fncc 0070)”. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kusumadewi. (2002). Perawatan dan Tata Rias Wajah Wanita Usia 40+. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Siwi, D. B., dkk. (2018). “Madu”. Magister Ilmu Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro.
WAHANA e-ISSN: 2654-4954, p-ISSN: 0853-4403 Volume 71, Nomor 1, 1 Juni 2019